Pendidikan di daerah Terpencil

Masalah utama yang tetap selalu menjadi garis tebal di daerah terpencil adalah minimnya fasilitas, kurangnya tenaga pengajar, serta susahnya akses. Sebagai contoh kasus dari blog Pengajar Muda di Indonesia Mengajar, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan setelah berjalan berjam-jam dan kegiatan belajar mengajar pun harus dilakukan di luar runagan, di bawah pohon, ataupun menumpang di rumah warga karena tidak adanya fasilaitas pendukung. Hal ini terus saja berputar-putar menjadi hal yang menghalangi majunya pendidikan di daerah terpencil.

Menilik pada cerita upaya Yayasan Indonesia Mengajar untuk memberikan tenaga pengajar di daerah terpencil, pada gelombang pertama ada sekitar 1000 fresh graduate berprestasi dengan IPK > 3,00 yang berasal dari Universitas ternama mendaftar ke yayasan ini. Padahal, dengan jelas yayasan ini mencantumkan penempatan tenaga pengajar di daerah terpencil yang terletak di luar jawa. Hal ini menurut saya adalah suatu hal yang luar biasa dan aneh tentu saja. Luar biasa karena ini adalah suatu bentuk pembuktian bahwa sebenarnya masih banyak jiwa-jiwa idealis yang sarat pengabdian. Namun, hal ini menjadi aneh karena tawaran menjadi tenaga pengajar oleh pemerintah di daerah terpencil sepertinya dihindari, padahal pada faktanya jutaan orang berlomba-lomba menjadi PNS.

Minimnya peminat tenaga pendidikan di daerah terpencil yang ditawarkan oleh pemerintah, dan tingginya minta pelamar untuk menjadi pengajar muda di Indonesia mengajar seharusnya dapat memberi gambaran besar kegagalan pemerintah Indonesia dalam menjaring tenaga. Mungkin saja minimnya gaji menjadi kendala utama, tapi ada baiknya strategi yang digunakan oleh Indonesia Mengajar untuk menarik pengajar yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil bisa diintip sedikit oleh pemerintah. Dengan strategi yang tepat, serta tentu saja perbaikan sana-sini bukan tidak mungkin setiap mahasiswa yang lulus bercita-cita mulia menjadi seorang pengajar di daerah-daerah terpencil sehingga terdapat kemajauan pendidikan di daerah-daerah terpencil.

This entry was posted in Sosialita Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s